Katakan Sebelum Terlambat…

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal dua kali sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua di luarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama delapan tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit di rumah sakit. Karena jarang makan dan sering jajan di kantornya dibanding makan di rumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha, teman Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. Lima bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat-ingat, 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari tiga kali. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang ponselnya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

“Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan juga? Uhh… dasar anak nakal, sini piringnya,” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis. Dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan donat buat anak-anak, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. Kali lain, dia datang bersama suami dan kedua anaknya yang lucu-lucu.

Aku tidak pernah bertanya apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu. Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak di hatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti Jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, “Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik-konflik terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

Yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia tujuh tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman-temanku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku? Itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit-sakitan, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

“Mario, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukaimu.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “Kenapa, Rima? Kenapa kamu mesti cemburu? Dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku.”

Aku tidak perduli, dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.”

Istrimu,

Rima

Di surat yang lain,

“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha…… “

Di surat yang ke sekian,

“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah-marah padamu, aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalu menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur di samping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…..

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.. ……”

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu di sampingnya.

Di surat terakhir, pagi ini…

“……….. …Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujan deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran di matamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda-tanda cinta mulai bersemi di hatimu?”

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

“Siang itu Mama menjemputku dengan motornya. Dari jauh aku melihat keceriaan di wajah Mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya di seberang jalan. Ketika Mama menyeberang jalan, tiba-tiba mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… Aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. Aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak…. ..” Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda-tanda aku mulai mencintainya?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk di samping nisan Rima. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Jakarta, 7 Januari 2009

Best Regards,
TiNi Ht

Ketika Nanda mengenal cinta

Putriku sayang, tak terasa kini engkau telah tumbuh dewasa. Rasanya batu kemaren bunda menimang-nimang putri bunda yang masih merah, dan sekarang kamu sudah tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang cantik. Balutan jilban putih yang rapi makin menambah keanggunanmu, melengkapi seragam putih biru yang kau kenakan hari ini.

Putriku yang seanggun melati, bunda perhatikan akhir-akhir ini kamu lain dari biasanya. Sepulang sekolah, kamu tak lagi mencari bunda untuk sekedar mengobrol atau membantu bunda memasak. Kamu lebih memilih langsung masuk kamar dan baru keluar jika ingin mandi atau makan. Selain itu, sekarang kalau bunda ajak ngobrol kamu sering nggak ngeh atau kalaupun nyambung, nanggapinya lama banget. Rasanya kamu lebih asyik dengan HP-mu yang seolah nggak pernah berhenti berdering. SMS-an sama siapa nak, kok penting banget kelihatannya.

Putriku yang manis, hari ini bunda masuk ke kamarmu tanpa izin. Maaf ya nak, bunda terpaksa karena bunda khawatir akan keanehanmu beberapa hari ini. Siapa tahu kamu sedang ada masalah pelik.

MasyaAllah, bunda pun terkejut saat inspeksi ke kamar dan mendapati fotomu bersama seorang lelaki. Foto itu bunda temukan di sela-sela bukumu yang tergeletak di meja belajar. Ekspresimu dalam foto itu terlihat malu-malu, tapi bunda pikir berani juga engkau foto berdua dengan laki-laki seperti itu. Cepat-cepat bunda kembalikan foto tersebut ke tempatnya semula. Hmfh, bunda cuma bisa geleng-geleng kepala, rupanya ini yang bikin putri bunda lebih suka menyendiri akhir-akhir ini. Putri bunda sedang jatuh cinta rupanya.

Berikutnya bunda mencari HP-mu. Beruntung sekolahmu tidak memperbolehkan siswa membawa HP  ke sekolah, coba kalau HP ini kamu bawa ke sekolah, barangkali kamu akan lebih syik SMS-an ketimbang memperhatikan pelajaran. Setelah bunda menemukan HP-mu, dugaan bunda makin kuat. Berpuluh-puluh sms puitis nan mesra tersimpan rapi di inbox dan folder khusus. Subhanallah, sudah sejauh ini rupanya hubunganmu dengan laki-laki teman sekolahmu itu.

Sorenya, seperti biasa kamu pulang dan langsung masuk kamar. Bundapun bersikap seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa. Dan malamnya, bunda sempatkan mambahas hal ini dengan ayah. Tanpa bunda duga, ternyata ayah marah. Ayah tidak habis fikir, kenapa putri ayah yang sejak kecil sudah dididik secara islami ternyata masih juga berani berpacaran.

Ya, bunda fikir banyak faktor yang membuat engkau seperti ini. Dulu ketika masih SD, ayah dan bunda masih mampu menyekolahkanmu di SD Islam terpadu yang lingkungannya kondusif. Sejak masuk SMP negeri, tetap saja lingkungannya hiterogen, berbeda dengan yang dulu. Ditambah lagi anak-anak seusia putri bunda memang lagi masa puber. Ya, sedang masa-masanya mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis.

Ayah mulai bersikap keras kepadamu, tanpa sepengetahuanmu ayah mengundang teman laki-lakimu ke rumah. Dengan tegas ayah jelaskan pada temanmu itu, bahwa dalam Islam tak mengenal istilah pacaran, yang ada hanya pernikahan. Ayah pun menantang teman lelakimu itu, berani nggak menikah dengan putri ayah sekarang. Lantaran diperlakukan seperti itu, akhirnya anak lelaki itu pun keder juga dan memutuskan hubungan dengan putri ayah.

Ternyata masalahnya tak selesai sampai disini. Seperti yang bunda duga, ternyata engkau marah besar pada ayah. Dan kemarahan itu kamu tumpahkan dengan memprovokasi adik-adikmu. Ternyata Islam itu ga asyik ya, Islam itu begini dan begitu.

Oh, ayah pun akhirnya menyesal telah bersikap terlalu keras padamu. Bunda pun mencoba untuk menengahi masalah ini. Bunda mencari saat yang tepat dan mengajakmu bicara dari hati ke hati.

“Nak, masih marah ya sama ayah?”, tanya bunda mengawali percakapan denganmu sore ini.

“Ehem….”, jawabmu seraya mengangguk cepat.

“Kalau sama bunda? Marah juga?” tanya bunda lagi.

“Hmm ya sedikit.” jawabmu sambil manggut-manggut.

Lama, kita pun terdiam, terhanyut dengan pikiran masing-masing.

“Memangnya ayah dulu waktu seumurku nggak pernah jatuh cinta ya bunda?”, tanyamu tiba-tiba, memecah keheningan.

“Ya pasti pernah dong sayang. Setiap manusia di dunia ini pasti pernah jatuh cinta, sebab ketertarikan pada lawan jenis itu fitrahnya manusia.” jelas bunda.

“Berarti bunda juga pernah jatuh cinta dong?” tanyamu lagi.

“Ya pernah dong sayang, jangankan bunda, Fatimah putri Rosululloh juga pernah jatuh cinta kok nak.” jelas bunda lagi.

“Trus kenapa ayah ngelarang-ngelarang aku bunda?” tanyamu tandas.

“Sebab ayah sayang sama kamu nak.” tutur bunda sambil membelai rambutmu. “Coba kalau ayah dan bunda mengacuhkanmu, membiarkan kamu bergaul sesukamu. Belum apa-apa saja, kamu sudah jarang untuk sekedar ngobrol dengan ayah, bunda serta adik-adikmu. Bunda perhatikan juga, saat ini kamu lebih suka melamun dan sms-an ketimbang tilawah atau belajar. Nah, kalau sudah seperti itu dimana sisi baiknya sayang?” ucap bunda kepadamu.

“Coba kalau kita perhatikan berita-berita yang beredar akhir-akhir ini. BAnyak sekali lho anak para remaja yang terjerumus pada pergaulan bebas dan akhirnya hamil di luar nikah. Bukannya ayah dan bunda nggak percaya sama kamu nak, tapi yang namanya syetan itu suka sekali menghasut orang yang berpacaran supaya terjerumus pada hal-hal seperti itu. Fatimah az Zahra, putri Rosulullah ketika jatuh cinta hanya memendamnya saja. Sifatnya yang pemalu telah membentengi hati dan pikirannya agar senantiasa suci. Spesial untuk orang-orang yang teguh menjaga kesuciannya seperti Fatimah, Allah berjanji akan menjodohkannya dengan laki-laki yang suci juga di kemudian hari. Akhlak seperti Fatimah inilah yang harus kita teladani anakku. BUnda pun dulu juga berusaha untuk meneladani akhlak putri Rosululloh yang mulia tersebut.” kata bunda panjang lebar.

Engkau pun terdiam. Pandanganmu menerawang, menembus keluar jendela. Bunda tahu, kamu sedang mencermati kata-kata bunda. Meski ada sebagian kata-kata bunda yang belum bisa kamu terima sekarang nak, bunda yakin kelak kamu akan bisa memahaminya. Bunda akan senantiasa mendukungmu dengan segenap doa nak, agar kau bisa melalui masa mudamu dengan gemilang. Insyaallah.

 

 

by: Hani Fatma Yuniar, Nurul Hayat Edisi 77/Jumadil Akhir 1431 H-Juni 2010

Wahai Bunda , Aku Akan Kembali Ke Pangkuanmu

Syaikh Abdurrozzaq hafizohullah sepekan yang lalu bercerita tentang seorang yang sudah tua yang ditemuinya di pantai jompo, orang tua tersebut mengeluh tentang anaknya yang sudah bertahun-tahun tidak menjenguknya….

Tentunya ini adalah bentuk durhaka kepada orang tua.

berikut ini adalah sebuah syair yang semoga menggugahkan hati kita untuk sering-sering menjenguk atau minilah jika kita jauh dari mereka agara sering menelpon mereka.

 

AKU AKAN KEMBALI KEPANGKUANMU WAHAI  IBUNDA

 

 

لَسِوْفَ أَعُوْدُ يَا أُمِّي … أُقَبِّلُ رَأْسَكِ الزَّاكِي

Aku akan kembali wahai ibunda … untuk mencium keningmu yang suci

 

أَبُثُّكِ كُلَّ أَشْوَاقِي… وَأَرْشُفُ عِطْرَ يُمْنَاكِ

Aku akan menumpahkan seluruh kerinduanku  dan aku akan menghirup wanginya tangan kananmu

 

أُمَرِّغُ فِي ثَرَى قَدَمَيْكِ… خَدِّي حِيْنَ أَلْقَاكِ

Aku akan menghamparkan pipiku di pasir yang ada di kedua kakimu jika bertemu denganmu ibunda

 

أُرَوِّي التُّرْبَةْ مِنْ دَمْعِي… سُرُوْرًا فِي مُحَيَّاكِ

Aku akan membasahi tanah dengan air mataku… karena gembira bertemu denganmu ibunda

 

فَكَمْ أَسْهَرْتِ مِنْ لَيْلٍ… لِأَرْقُدَ مِلْءَ أَجْفَانِي

Betapa sering engkau terhalang dari tidur malam agar aku tidur dengan pulas menutup pelupuk mataku

 

وَكَمْ أَظْمَئْتِ مِنْ جَوْفٍ… لِتُرْوِيْنِي بِتَحْنَانِي

Betapa sering lehermu kering kehausan untuk bisa menghilangkan dahagaku dengan kelembutan dan kasih sayangmu

 

وَيَوْمَ مَرِضْتُ لاَ أَنْسَى … دُمُوْعًا مِنْكِ كَالْمَطَرِ

Dan pada hari tatkala aku sakit.. tidak akan aku lupakan air matamu yang mengalir seperti derasnya hujan

 

وَعَيْنًا مِنْكَ سَاهِرَةً … تَخَافُ عَلَيَّ مِنْ خَطْرٍ

Dan tidak akan aku lupakan matamu yang bergadang menahan ngantuk karena mengkhawatirkan aku

 

وَيَوْمَ وَدَاعِنَا فَجْرًا … وَمَا أَقْسَاهُ مِنْ فَجْرِي

Hari itu dimana kita berpisah di pagi hari… sungguh itu adalah pagi yang sangat menyedihkan bagiku

 

يَحَارُ الْقَوْلُ فِي وَصْفِ … الَّذِي لاَقَيْتِي مِنْ هَجْرِي

Kata-kata tidak mampu mengungkapkan kesedihanmu akibat kepergianku

 

وَقُلْتِ مَقَالَةً لاَ زِلْتُ … مُدَّكِرًا بِهَا دَهْرِي

Dan engkau mengutarakan suatu perkataan kepadaku yang selalu ingat sepanjang kehidupanku :

 

مُحَالٌ أَنْ تَرَى صَدْرًا … أَحَنَّ عَلَيْكَ مِنْ صَدْرِي

Tidak mungkin engkau akan mendapatkan dada yang lebih lembut dan sayang kepadamu daripada dadaku

 

بِبِرِّكِ يَا مُنَى عُمْرِي … إِلَهُ الْكَوْنِ أَوْصَانِي

Allah pemilik alam semesta ini telah berwasiat kepadaku untuk berbakti kepadamu hingga akhir hayatku

 

رِضَاؤُكِ سِرُّ تَوْفِيْقِي … وَحُبُّكِ وَمْضُ إِيْمَانِي

Keridhoanmu merupakan kuci kesuksesanku… dan mencintaimu adalah cahaya keimananku

 

وَصِدْقُ دُعَائِكِ انْفَرَجَتْ … بِهِ كُرَبِي وَ أَحْزَانِي

Dengan ketulusan doamu maka sirnalah kesulitan dan kesedihanku

 

وِدَادُكِ لاَ يُشَاطِرُنِي … بِهِ أَحَدٌ مِنَ الْبَشَرِ

Kecintaanku tulus kepadamu tidak akan terbagi kepada seorangpun

 

فَأَنْتِ النَّبْضُ فِي قَلْبِي … وَأَنْتِ النُّوْرُ فِي بَصْرِي

Ibunda engkau menyertai gerakan hatiku… dan engkau adalah cahaya pandanganku

 

وَأَنْتِ اللَّحْنُ فِي شَفَتِي … بِوَجْهِكِ يَنْجَلِي كَدَرِي

Ibunda engkau adalah senandung yang menyertai lisanku… dengan memandangku maka hilanglah kegelisahanku

 

إِلَيْكِ أَعُوْدُ يَا أُمِّي … غَدًا أَرْتَاحُ مِنْ سَفَرِي

Aku akan kembali kepadamu wahai ibunda esok… dan aku akan beristirahat dari perjalanan jauhku

 

وَيَبْدَأُ عَهْدِيَ الثَّانِي … وَيَزْهُو الْغُصْنُ بِالزَّهْرِي

Maka aku akan memulai lembaran baru bersamamu ibunda… dan ranting-ranting pun akan terhias dengan bunga

 

 

 

Penulis: Ustadz Firanda, Lc, MA

Artikel http://www.muslim.or.id

DARI SAHABAT

25 tahun yang lalu,

Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana, ingin hidup bahagia.

 

22 tahun yang lalu,

Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu.

Sayang, dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.

 

19 tahun yang lalu,

Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak “Horeee, Iya bias terbang”.

Begitulah dia memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah.

Dan Kania tak jarang berteriak, “Iya sayaaang,” jika sudah terdengar suara “Prang”. Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang “Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah, Ma?”

 

18 tahun yang lalu,

Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. “Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain bola!” tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola.

Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. “Horee, Iya jadi pemain bola.”

 

17 Tahun yang lalu

Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya.

Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan “Iyaaaa”.

Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata “Coba kalau kamu tak belikan ia bola!”

 

15 tahun yang lalu,

Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah.

Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari pekerjaan ke luar negeri.

Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia.

 

13 tahun yang lalu,

Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP.

Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. Aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku.

Aku miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.

 

10 tahun yang lalu,

Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.

“Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.” Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga.

“Sabar ya, Nak!” hiburku.

“Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!” pintanya padaku.

Dan aku menangis. Anakku maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku.  Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.

 

7 tahun yang lalu,

Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku, kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya.

Dan itu pula yang membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP.

Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat.

Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja.

 

4 tahun lalu,

Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di sana. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan sinar baik.

Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu.

Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud.

Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.

 

3 tahun 6 bulan yang lalu,

Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia, kabarnya anakku ditahan. Dan dia diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami majikannya.

Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh.

Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah.

 

 

 

2 tahun 6 bulan yang lalu,

Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku.

Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.

“Bapak, Iya Takut!” aku memeluknya lebih erat lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya.

“Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?”

“Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!”

Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati.

Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu.

 

2 tahun yang lalu,

Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya.

Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan ‘blass” Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis.

Aku mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal.

“Kania?”

“Mas Har, kau … !”

“Kau … kau bunuh anakmu sendiri, Kania!”

“Iya? Dia… dia… Iya?” serunya getir menunjuk jenazah anakku.

“Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar.”

“Tidak … tidaaak … “

Kania berlari ke arah jenazah anakku.Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya “Terima kasih Mama.” Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.

Setahun lalu,

Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku. Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku, Kamila.

Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak, “Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak.” Kamu tahu Kania, kali ini yang pecah adalah hatiku. Mungkin orang tua kita memang benar, tak seharusnya kita menikah. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Benarkah begitu Iya sayang?

***

 

( by : Hermawan Al Ghifari)

Fitri: BESOK SAYA MAU JADI BAPAK

Fitri: Besok Saya Mau Jadi Ayah1

 

“Fit, tolong bantu Ibu mengemasi piring-piring ya,” kata Ibu suatu pagi. Saat itu Fitri sedang melihat seorang lelaki dengan berpakaian rapi membawa laptop dan berjalan menuju mobil. Laki-laki itu adalah bapak dari gadis kecil yang setiap pagi memandanginya, Fitri.   Begitu mobil berjalan, Fitripun membalikan badan menuju Ibu.

“Fitri, sebentar lagi mandi ya, sekarang sudah jam 06.00,” sambung Ibu. Belum sempat menjawab perintah mandi, Fitri sudah mendengar perintah berikutnya: “Fit, jadwal pelajaran dibaca ya, buku-buku kamu tata sendiri”. Fitri melihat ibunya begitu sibuk.  Sepintas Fitri melihat wajah ibu yang kepayahan.

 

Sore hari Fitri menyambut kepulangan bapak setelah bekerja. Tidak lupa orangtua Fitri membawa oleh-oleh buah kesukaannya, apel. “Fit ini buah kesukaanmu, apel,” kata bapak. “Terima kasih bapak,” ucap Fitri sambil menerima sebungkus buah apel.

Fitri terus memandangi langkah bapak, hingga akhimya menyelinap masuk kamar mandi. Fitri pun menunggu apalagi yang akan dikerjakan bapak setelah mandi.

Sebagaimana biasanya, Fitri melihat ibu membuatkan secangkir teh panas. Diletakkannya secangkir teh di atas meja belakang bersama pisang goreng kesukaan bapak.

Selepas mandi Fitri melihat bapak membawa koran menuju meja yang telah tersedia secangkir teh dan pisang goreng.  Bapak kelihatan asyik membaca koran sambil sesekali menyeruput teh panas buatan Ibu.  Sambil terus membaca koran, pisang goreng kesukaannya dimakan oleh bapak.

“Bu, nanti setelah Isya bapak ada undangan,  rapat di kampung, tolong anak-anak didampingi belajar ya,” kata bapak kepada kepada Ibu.

Malampun berjalan. Setelah shalat Isya bapak berangkat menghadiri rapat, ibu pun mendampingi Fitri dan Farhan, kakak Fitri, untuk belajar.

“Bu, ibu capek ya,” kata Farhan.”Iya nak, ibu capek. Ini jari-jari ibu memar terkena muntu saat nguleg lombok, kuku ibu juga tergores saat mengiris bawang,  kaki ibu kutu airnya juga kambuh karena berlama-lama mencuci piring, dan badan ibu juga terasa pegal-pegal karena hari ini listrik mati sehingga ibu tidak bisa mencuci dengan mesin cuci.”  Begitu banyak keluhan ibu.

Seakan Fitri membaca buku, namun sesungguhnya ia konsentrasi mendengarkan keluhan Ibu.  “Tidak enak ya jadi ibu, seharian bekerja mengurus rumah, capek,” celetuk Fitri spontan, “besok saya mau jadi bapak saja.”

 

Fitri anak berusia tujuh tahun yang duduk di bangku kelas dua Seko]ah Dasar merasakan ketidaknyamanannya menjadi Ibu, pagi kerja menyiapkan sarapan untuk semua keluarga dan siang membereskan seisi rumah. Fitri juga melihat enaknya menjadi bapak, pagi telah disiapkan makan dan sepulang kerja bisa santai membaca sambil minum dan makan-makan.

Pemandangan sehari-hari atas bapaknya yang tidak kelihatan bekerja dipandang oleh anak menyenangkan.

Persoalan juga muncul dari ibu, ibu tidak menunjukan antusiasme kepada anak atas pekerjaan yang dilakukannya. Anak terus-menerus mendengar keluhan yang mengakibatkan ingin menghindari pekerjaan sebagaimana yang ibu kerjakan. Lain ceritanya jika ibu mengkomunikasikan atas pekerjaan harian dengan penuh antusias, semangat, dan energik, tentu anakpun akan terobsesi.

Sebagai bapak, mesti menunjukan kebersamaannya dengan keluarga. Sesekali bapak mesti mencuci, mengiris bawang, merebus air, dan mengelap kaca. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pekerjaan rurnah merupakan tanggung jawab bersama. Sesekali anak perlu diajak ke tempat kerja bapak, agar anak melihat apa yang dilakukan bapak di tempat kerja.

Insya Allah, jika demikian kondisinya, Fitri akan berkata: ‘Hebat ya, ibu! Bisa menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik, pasti ibu pahalanya banyak. Enak ya jadi ibu, bisa beramal shalih tanpa harus keluar rumah. Terhadap bapakpun akan punya persepsi positif, “Wah ternyata bapak di kantor pekerjaannya banyak juga ya.”

 

  1. Ummu Asma Ulunnuha; Fahma vol 5 no.4 – April 2009, hal 18-19 [↩]

 

(jilbab.or.id)

pertama kali memberi ASI di public area

Beberapa minggu yang lalu kita keluar rumah buat nemuin saudara. Sebelum berangkat aku sudah memberi ASI dengan harapan nanti di jalan adek tidak bakalan minta ASI dulu sebelum sampai di tujuan. Eh ternyata saudara yang dicari tidak ada di rumah. Jadinya kita pulang lagi ke rumah. Di tengah jalan kakak pengen makan karena laper. Jadinya kita mampir deh ke resto cepat saji.

Duh emang enak kali ya makan siang-siang yang panas gini, pikirku. Habis mesen duduklah kita dan kakak dah gak sabar mulai makan. Eh si adek juga laper juga kelihatannya. Sudah deh mulai bergerak-gerak minta ASI. Waduh gimana nie pikirku. Akhirnya aku duduk di pojok sambil kasih asi dan aku tutup pakai jilbab. Untung gak seberapa rame banget. ya lumayan nyaman lah mojok gitu tapi ya gak bisa makan deh hehehehe….

Kalau mikir-mikir tentang memberi ASI di public area ternyata kurang nyaman kalau tidak ada tempat khusus. Untuk saat ini di surabaya belum kutemui mal-mal/public area yang punya tempat menyusui sendiri. Kalau dulu pas tinggal di jakarta seh masih ada. Kasih saran kali ya ke orang-orang buat tempat khusus menyusui. Biar ngerasa nyaman dan gak dilihatin orang-orang kayak gak pernah lihat orang nyusui aja.

ASI: Kado Istimewa Ibu untuk Sang Buah Hati

ASI: Kado Istimewa Ibu untuk Sang Buah Hati

 

Penyusun: Ummu Nabiilah

 

Untaian doa untuk ibu yang baru saja menimang buah hatinya turut mengawali sebuah harapan agar sang bayi tumbuh menjadi anak yang kuat dan sehat.Salah satu usaha untuk membentuk anak yang sehat tentu saja dengan pemberian asupan nutrisi yang tepat. Nutrisi terbaik bagi bayi yang baru lahir adalah ASI (Air Susu Ibu).

 

Keistimewaan ASI

ASI merupakan susu sekaligus makanan terbaik bagi bayi manusia. Tidak ada satu susu pun, meskipun susu tersebut adalah susu sapi, kambing, atau susu lain yang telah diformulasi dengan berbagai zat gizi, yang mampu melebihi keunggulan komposisi ASI. Komposisi ASI telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bayi sejak awal kehidupannya.

 

Pada hari-1 sampai hari-4, ASI yang keluar merupakan kolostrum yang kaya akan protein yang mampu menjaga daya tahan tubuh. Pada hari-3 sampai kurang lebih hari-10, ASI yang keluar disebut sebagai ASI transisi dimana kadar proteinnya berkurang namun kadar karbohidrat, lemak, serta volumenya pun meningkat. Setelah hari-10, ASI mature yang merupakan susu padat sudah mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi.

 

Komposisi ASI juga berbeda dari setiap semburan yang keluar. Semburan yang pertama, yang  keluar pada 5-10 menit pertama disebut foremilk. Susu ini lebih encer dengan kadar lemak yang lebih rendah. Semburan berikutnya disebut hindmilk dengan kandungan protein, karbohidrat, dan lemak yang lebih lengkap. Semburan pertama memang berkomposisi lebih ringan agar pencernaan bayi lebih siap menerima ASI dengan lemak yang lebih tinggi.

 

Pemberian ASI kepada bayi secara eksklusif yaitu selama 6 bulan awal kehidupannya kemudian diteruskan hingga 2 tahun bersama makanan pendamping.

 

ASI memiliki banyak keistimewaan antara lain:

  1. Merupakan susu yang paling tepat dan lengkap nutrisinya di setiap tahapan pertumbuhan bayi dari hari ke hari. Meski di dalam susu sapi (sebagai contoh susu yang paling banyak diberikan pada bayi dan anak-anak) juga terdapat komponen nutrisi yang sama atau (diklaim) lebih banyak daripada ASI, namun komposisi dan bentuk senyawa nutrien tersebut tidak mampu menyamai kandungan nutrisi dalam ASI.

ASI memiliki lebih dari 200 biofactors system (nutrisi terintegrasi dalam jumlah dan perbandingan yang tepat) sehingga dapat menghasilkan nutrisi tumbuh kembang dan perlindungan/daya tahan tubuh yang optimal. Sebagai contohnya, kandungan laktosa dalam ASI lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi daripada laktosa yang ada pada susu sapi karena di dalamnya terkandung materi laktase sebagai bahan pembentuk enzim laktase yang berfungsi memecah laktosa menjadi senyawa yang lebih sederhana yang lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi. Apabila laktosa tidak dapat dicerna oleh  pencernaan bayi,yang terjadi adalah diare bahkan muntah-muntah yang sering dialami oleh bayi yang mengkonsumsi susu sapi.

  1. ASI mengandung faktor protektif (pelindung) sehingga bayi yang mendapatkan ASI memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik sehingga jarang terkena penyakit.
  2. Tidak ada bayi yang alergi terhadap ASI karena immunoglobulin pada kolostrum selain sebagai antibakteri juga berfungsi untuk mencegah terserapnya makromolekul asing yang dapat memicu alergi.
  3. Berdasar penelitian, anak yang mendapatkan ASI umumnya memiliki kecerdasan lebih dibanding anak yang tidak diberi ASI eksklusif.
  4. Bagi sang ibu, pemberian ASI dapat mempercepat pengecilan rahim dan mencegah terjadinya perdarahan pasca melahirkan melalui mekanisme hormon oksitosin. Selain itu, pemberian ASI mampu mengurangi resiko kanker payudara dan kanker ovarium.
  5. Menyusui mampu memperkuat ikatan emosional antara ibu dengan sang bayi. Bayi akan merasa aman dan nyaman dalam dekapan ibunya. Hubungan kasih sayang yang kokoh ini dapat memberikan efek positif pada perkembangan psikologi anak.
  6. ASI selalu tersedia, praktis, steril, dan selalu dalam suhu yang pas untuk diminum.
  7. Tidak perlu ada dana khusus yang disediakan untuk “membeli” ASI karena ASI bisa didapatkan gratis dari ibu tidak sebagaimana susu formula.

Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Salah satu kunci awal keberhasilan program ASI eksklusif adalah dengan melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD adalah bagian dari proses persalinan normal dimana bayi yang lahir dalam satu jam kehidupannya  langsung ditengkurapkan di atas perut ibunya dan dibiarkan mencari sendiri puting ibunya, tanpa bantuan siapapun.

 

Dengan insting penciumannya, biasanya bayi akan menemukan puting ibunya setelah 30-50 menit. Setelah itu, refleks mengisap yang dimiliki bayi sejak dalam kandungan akan segera difungsikan kembali. Proses IMD masih berlanjut dengan membiarkan sang bayi menyusu minimal setengah jam.

 

Begitu lahir, tali pusat bayi dipotong dan tubuhnya dibersihkan dari kotoran yang menempel.  Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu (skin to skin contact). Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Kondisi ini akan menimbulkan kehangatan dan ikatan batin. Tidak perlu khawatir bayi akan kedinginan karena kulit dada ibu yang baru saja melahirkan bersuhu satu derajat lebih hangat daripada ibu yang tidak melahirkan. Kalau bayi kedinginan, suhu tubuhnya pun akan naik secara otomatis dua derajat. Begitu bayi merasa kepanasan, suhu kulit ibu pun akan menyesuaikan dengan turun satu derajat.

 

Pengaturan suhu alami dalam skin to skin contact ketika IMD ini, menurut dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA, IBCLCC, ketua Sentra Laktasi Indonesia, lebih bagus daripada alat inkubator yang biasa digunakan untuk menghangatkan bayi. Selanjutnya, bayi dibiarkan mencari sendiri puting ibunya dan mengisapnya sedikitnya selama 30 menit. Keluar atau tidaknya ASI pada waktu itu bukanlah suatu masalah. Yang penting adalah memberikan kesempatan bayi untuk menjalankan insting mencari sumber makanannya yaitu puting ibunya.

 

IMD memberikan beberapa manfaat baik bagi ibu maupun bayinya. Manfaat tersebut antara lain:

  1. Bayi mendapatkan zat-zat gizi penting yang terkandung dalam kolostrum sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang rentan menimpanya.
  2. IMD memberikan kesempatan yang lebih besar bagi bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan karena sejak awal bayi sudah dikenalkan dengan puting susu ibu sehingga akan terbiasa dan lebih mudah mengisap ASI. Teknik mengisap puting yang benar akan melancarkan produksi ASI selanjutnya sehingga kemungkinan ibu memiliki masalah dengan ASI semakin kecil.
  3. Mempercepat penghentian perdarahan sesudah melahirkan pada ibu melalui mekanisme perangsangan kontraksi otot rahim. Oleh karena itu, rahim ibu akan lebih cepat kembali seperti semula.

 

Setelah pemaparan di atas mengenai ASI, maka dengan niat serta tekad yang kuat untuk ‘mencetak’ generasi yang sehat, maka ibu yang mau dan mampu memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya, berarti telah memberikan hadiah yang sangat istimewa bagi buah hatinya. Banyak sekali ibu yang dengan rela dan senang hati memberikan susu sapi pada anaknya dengan berbagai alasan yang sesungguhnya masih dapat diatasi.

 

Kalaupun ibu tidak mampu memberikan ASI-nya sendiri kepada bayinya karena permasalahan medis (yang sudah ditegakkan diagnosa oleh dokter terutama praktisi laktasi), maka masih ada jalan penyusuan melalui wanita lain (ibu susu). Yang terpenting dalam hal ini, ibu harus memiliki niat untuk selalu memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Dan yang susu yang terbaik adalah ASI, bukan susu yang lain.

 

Sumber:

 

Buklet Tabloid Nakita, Bayi ASI, Bayi Gold Medal, no. 488/th. X/9 Agustus 2008

Buklet Tabloid Nakita, Indahnya Tahun Pertama, no.522/th. X/30 Maret 2009

Sunardi, dr., 2008, Ayah, Beri Aku ASI, Aqwamedika : Solo

Tabloid Nakita no.464/th.IX/23 Februari 2008

***

Artikel muslimah.or.id

http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/asi-kado-istimewa-ibu-untuk-sang-buah-hati.html

ASI dan Ibu Bekerja

Apabila anda adalah seorang wanita karir yang baru saja melahirkan dan harus segera kembali bekerja karena masa cuti hamil anda telah lewat, anda tidak perlu merasa khawatir karena tidak dapat memberikan ASI kepada buah hati anda.

 

ASI bisa anda perah dan anda simpan, apakah di lemari pendingin maupun freezer, untuk kemudian nanti diberikan oleh pengasuh buah hati anda ketika anda sedang berada di kantor.

Penelitian telah menunjukkan bahwa ASI yang telah diperah bisa disimpan di dalam suhu ruangan (26,1°C) sampai 6 jam (Hamosh 1996) atau pada suhu 18,9-22,2°C sampai 10 jam (Barger and Bull 1987). Karena ASI setiap ibu berlainan dan suhu ruangan seringkali merupakan suatu pengukuran subjektif, maka biasanya dianjurkan untuk menyimpan ASI dalam suhu ruangan tidak lebih dari 4 jam.

 

Jika ASI belum akan diberikan dalam waktu 4 jam setelah diperah, maka dinginkan ASI di lemari es atau bekukan di freezer sesegera mungkin. ASI di dalam lemari pendingin dengan suhu 0-3,9°C bisa disimpan selama 8 hari (Pardou 1994).

 

 

ASI yang dibekukan bisa bertahan sampai 3-6 bulan, tergantung kepada suhu freezer dan frekuensi terbukanya pintu freezer. Deep freezer atau chest freezer mampu memberikan masa beku yang paling panjang karena biasanya memiliki suhu yang lebih rendah dan lebih konsisten. Jangan menyimpan ASI di dalam pintu freezer atau lemari pendingin karena di bagian pintu terjadi variasi suhu yang paling lebar.

 

Biasanya pilihan terbaik untuk membekukan ASI adalah di dalam botol yang terbuat dari kaca karena komponen ASI di dalam kaca lebih awet/terlindung. Pilihan kedua adalah plastik keras yang jernih. Kebanyakan ibu lebih menyukai botol yang terbuat dari plastik demikian juga halnya dengan rumah sakit/klinik bersalin, karena plastik tidak mudah pecah. Botol tempat menyimpan ASI sebaiknya memiliki tutup yang kencang/rapat.

 

Menyimpan ASI di dalam kantong susu bisa menimbulkan beberapa masalah. Susu bisa menempel pada sisi kantong sehingga jumlah yang diberikan kepada bayi akan berkurang. Kantong susu juga lebih peka terhadap kontaminasi akibat kebocoran. Beberapa produsen pompa ASI membuat kantong susu yang nyaman untuk digunakan dan terbuat dari plastik yang lebih tebal tetapi harganya mahal. Jika hendak menggunakan kantong, sebaiknya digunakan 2 lapis kantong lalu disimpan di dalam wadah plastik yang tertutup rapat, baru masukkan ke dalam freezer. Hal ini akan membantu mengurangi terjadinya robekan pada kantong. Pada saat menghangatkan, sebaiknya batas atas air tidak melebihi kantong sehingga air tidak masuk ke dalam kantong. Jika air yang digunakan untuk menghangatkan tampak berawan/keruh, berarti telah terjadi kebocoran dan ASI tersebut harus dibuang (Mohrbacher & Stock 1997).

 

 

Sebaiknya tidak digunakan botol yang berwarna-warni karena zat warnanya bisa masuk ke dalam ASI. Berilah label pada setiap kemasan ASI yang mencantumkan tanggal pemerahan ASI dan gunakan terlebih dahulu stok yang terlama. Jika bayi anda dirawat di rumah sakit, pastikan bahwa pada label juga tertera nama anda/bayi anda dengan jelas, sehingga ASI tidak tertukar.

 

Untuk bayi kurang dari 6 minggu, sebaiknya ASI disimpan dalam botol sebanyak 29,5-59 mL, sehingga waktu yang diperlukan untuk menghangatkan tidak terlalu lama dan ASI tidak banyak terbuang.

 

Untuk bayi yang lebih besar, jumlah ASI yang disimpan perbotolnya bisa disesuaikan dengan jumlah susu yang biasanya diminum. Tetapi akan lebih baik jika tetap menyimpan ASI dalam jumlah yang lebih kecil, kalau sewaktu-waktu bayi anda menginginkan susu lebih atau untuk selingan.

Belum banyak penelitian mengenai ASI yang telah disimpan, dihangatkan dan baru sebagian diminum oleh bayi. Akan lebih aman untuk memberikan ASI yang sebelumnya telah disimpan dalam waktu 1-2 jam setelah dihangatkan. Dan jika ASI masih tersisa, sebaiknya dibuang dan tidak disimpan lagi.

 

 

Sebelum Mulai Menyusui Pertamakali

Selama masa kehamilan, sebaiknya anda mendiskusikan keputusan untuk menyusui dengan dokter anda, yang berkewajiban untuk mendukung keputusan tersebut dengan membantu menciptakan kondisi yang kondusif untuk mulai menyusui. Pada saat melahirkan, dokter dan staf rumah sakit sebaiknya membantu anda dengan:

 

 

Tidak menggunakan obat-obatan pada saat melahirkan, atau menggunakan obat-obatan hanya seminimal mungkin. Obat penghilang rasa sakit dapat mempengaruhi refleks hisap bayi. Memberi kesempatan anda untuk menyusui sesegera mungkin setelah melahirkan, kalau perlu pada saat anda masih di ranjang melahirkan apabila melahirkan secara normal. Kenapa? Sebab refleks hisapan bayi yang paling kuat terjadi hingga setengah jam setelah melahirkan.

 

Menyusui sesering dan selama yang bayi inginkan (demand feeding). Berada sekamar dengan bayi di rumah sakit (rooming-in) akan membantu mempermudah hal ini. Dengan demand feeding, ASI akan keluar lebih cepat, dan kemungkinan untuk mengalami payudara bengkak.

 

Memberi bayi HANYA ASI. Bayi anda tidak perlu air tambahan atau susu formula, selama anda mengikuti prinsip demand feeding, dan selama bayi anda dalam kondisi sehat. Pemberian minuman tambahan (formula, air glukosa, dsb) hanya akan mengurangi nafsu minum si bayi, sehingga payudara anda tidak cukup terangsang untuk mengeluarkan ASI, dan bisa berakibat berkurangnya suplai ASI. Kecuali ada justifikasi medis dari dokter untuk pemberian minuman tambahan (contoh: Bayi yang beratnya kurang biasanya kadar gula darahnya rendah sehingga perlu glukosa. Atau bayi yang sangat kuning jaundice cenderung terlalu mengantuk untuk menghisap payudara sehingga perlu suplai cairan tambahan).

 

Selain mengurangi nafsu minum si bayi, botol juga mengakibatkan bingung puting. Kenapa? Sebab aliran cairan di puting botol jauh lebih deras dibandingkan dengan aliran cairan di payudara, sehingga proses menghisap botol menjadi jauh lebih mudah untuk bayi dibanding menghisap payudara. Bayi yang sudah kena botol di usia yang terlalu dini bisa-bisa menolak payudara. (Catatan: Dari buku What To Expect the First Year, idealnya botol diberikan pada usia 3-5 minggu, saat bayi sudah terbiasa dengan payudara). Selain itu, pemberian empeng terlalu dini juga bisa mempengaruhi kemampuan hisap bayi. Sebaiknya patuhi tangisan bayi sebagai indikator pemberian ASI, agar suplai ASI anda tetap bertahan dengan baik.

 

Komunikasikanlah hal-hal di atas dengan dokter dan staf rumah sakit anda.

 

 

 

Step-By-Step Menyusui

Persiapan

1. Cuci tangan anda untuk menghilangkan kuman. Jika mau anda juga boleh mencuci puting anda dengan air.

2. Carilah posisi yang enak untuk duduk atau berbaring. Jika posisi duduk anda enak, anda akan menjadi rileks dan turunnya ASI (letdown reflex) lebih mudah terjadi. Berikut adalah posisi yang barangkali anda bisa coba:

 

o Duduk dengan sandaran yang enak untuk punggung, misalnya dengan banyak bantal, agar tidak sakit punggung. Dengan posisi ini, sebaiknya kaki anda berada dalam posisi yang agak tinggi, misalnya dengan menaruh dingklik sebagai alas kaki di kursi. Dengan ini, paha anda bertindak sebagai penyangga bayi dalam posisi yang tepat sehingga bayi tidak perlu menarik-narik puting anda.

o Duduk dengan banyak bantal di tempat tidur.

o Duduk di kursi goyang.

o Berbaring di sisi badan anda di tempat tidur (bukan posisi rebah), dengan tangan menyangga kepala anda, sementara bayi dalam posisi tidur menghadap anda. Posisi ini nyaman untuk menyusui di malam hari, atau untuk ibu-ibu yang menjalani operasi sesar.

 

3. Rilekslah. Kalau perlu lakukan pernafasan relaksasi, mendengarkan musik, membaca, dsb. Apabila anda terlalu tegang, refleks turunnya susu bisa terhalangi.

 

Step-by-Step Ambil Posisi Menyusui dan Perlekatan

Kepala bayi anda diletakkan pada lekukan dalam siku tangan anda. Kemudian, seluruh badan bayi menghadap dada anda, bukan hanya kepalanya saja. (Waktu pertamakali barangkali anda akan perlu bantuan orang/suster untuk meletakkan bayi anda dalam posisi ini, tetapi lama kelamaan anda bisa melakukannya sendiri. Prinsipnya, kepala bayi harus tersokong dengan baik).

 

Ambil payudara dengan tangan anda yang bebas, jempol anda memegang bagian atas payudara, dan jari lainnya memegang bagian bawah.

 

Saat didekankan ke puting, bayi anda biasanya akan refleks membuka mulut dan menyambut puting anda. Tetapi apabila tidak, colek coleklah bibir bayi anda dengan puting hingga ia membuka mulutnya.

Pastikan kalau bayi anda membuka mulutnya selebar mungkin, dan letakkan bagian tengah puting anda pada bukaan mulut tersebut.

 

Atau, apabila sulit masuknya puting ke mulut bayi, lakukan trik Sandwich, yaitu menekan puting anda dengan jempol dan telunjuk sehingga segepeng mungkin, paralel dengan alur bibir bayi, dan masukkan kedalam bukaan mulut bayi (Trik dari Ibu Doris Fok, konsultan laktasi singapura)

 

Perlekatan (latch-on) yang baik adalah apabila sebagian besar aerola anda berada di dalam mulut bayi, dagu menempel ke payudara anda, dan kepalanya agak ke belakang sehingga hidungnya tidak ketutupan payudara. Sebenarnya tidak perlu menekan payudara untuk membuka jalan udara ke hidung bayi, selama posisi menyusui anda benar.

 

 

Durasi Menyusui

Jika bayi anda nampak enggan menghisap, jangan khawatir, biarkan dia main-main dulu dengan mengendus dan menjilat putingnya. Dengan banyak latihan, bayi anda akan semakin mahir. Menyusui pertamakali mungkin hanya sebentar, mungkin hanya empat menit, tetapi bisa juga lama. Ada bayi yang sejak awal menyusuinya lama.

 

Ingatlah bahwa setiap bayi itu berbeda, dan pola menyusuinya juga mungkin berubah-ubah seiring dengan pertumbuhan mereka. Bayi yang menyusui selama 20 menit di minggu-minggu pertama mungkin hanya akan perlu lima menit di usia empat bulan. Pola menysuusi di awal biasanya lebih pendek karena ASI memang belum keluar dan yang ada hanya kolostrum yang berjumlah kecil.

 

Ingatlah bahwa membiarkan bayi anda menyusui selama yang ia mau adalah satu cara untuk menjamin bahwa ia mendapatkan ASI yang diperlukan. Kenapa? sebab komposisi ASI berubah-ubah dalam satu sesi menyusui. Pada menit pertama menyusui yang keluar adalah ASI yang encer (susu depan / foremilk) yang bertugas untuk menghilangkan rasa haus bayi. Menit berikutnya, persisnya setelah refleks turunnya susu, ASI berubah menjadi lebih kental (susu belakang / hindmilk), yang mengandung lebih banyak lemak dan gizi, untuk mengenyangkan bayi. Anda mungkin dapat memperhatikan perubahan irama hisapan bayi, dari yang cepat, lantas berhenti sebentar (saat terjadi turunnya susu), lalu hisapannya menjadi lebih lambat diiringi dengan irama menelan susu. Anda sendiri juga dapat merasakan turunnya susu dengan munculnya perasaan geli atau tertusuk-tusuk di payudara.

 

Saat bayi mendapatkan cukup susu, biasanya ia akan melepaskan payudara dengan sendirinya, atau jatuh tertidur. Tetapi jika anda merasa perlu menghentikan bayi anda menyusui, pelan pelan tekan puting anda dengan jari kelingking untuk memotong hisapan bayi. Jangan menarik puting begitu saja saat bayi masih menghisap karena bisa mengakibatkan lecet.

 

Sepuluh Keistimewaan Pemberian ASI

1. ASI adalah cairan hidup

ASI mengandung daya tahan tubuh dan enzim-enzim yang dibutuhkan tubuh bayi dalam proses pencernaan makanan. Dengan begitu, nutrien yang masuk sebagian besar akan terserap oleh tubuh bayi,Berbeda dengan susu formula yang diistilahkannya sebagai cairan mati, penyerapan nutriennya sangat tergantung pada enzim penyerapan yang jumlahnya dalam usus bayi masihlah sedikit. Asal tahu saja, 1 sendok teh kolostrum memiliki nilai gizi sesuai dengan kurang lebih 30 cc formula. Usus bayi dapat menyerap 1 sendok teh kolostrum tanpa ada yang terbuang, sedangkan untuk 30 cc susu formula yang diisapnya, hanya satu sendok teh sajalah yang dapat diserap ususnya. Sisa susu formula yang tidak terserap akan menjadi sampah dalam usus bayi

 

2. Menyusui bukanlah sekadar memberi makan, tapi juga mendidik anak.

Sambil menyusui, eluslah si bayi dan dekaplah dengan hangat. Tindakan ini sudah dapat menimbulkan rasa aman pada bayi, sehingga kelak ia akan memiliki tingkat emosi dan spiritual yang tinggi. Ini menjadi dasar bagi pertumbuhan manusia menuju sumber daya manusia yang baik dan lebih mudah untuk menyayangi orang lain.

 

3. Kolostrum memiliki daya tahan tubuh 17-20 kali lebih baik dibanding ASI berikutnya.

Jumlah kolostrum memang tidak banyak. Kolostrum hanya tersedia mulai hari pertama hingga maksimal hari ketiga atau keempat. Menyusui tidak menyusui, kolostrum tetap ada. Setelah itu, keluar susu peralihan. Pada hari pertama mungkin hanya diperoleh 30 cc. Namun, dalam setiap tetesnya terdapat berjuta-juta satuan zat antibodi. SIgA adalah antibodi yang hanya terdapat dalam ASI. Kandungan SIgA dalam kolostrum pada hari pertama adalah 800 gr/100 cc. Selanjutnya mulai berkurang menjadi 600 gr/100 cc pada hari kedua, 400 gr/100 cc pada hari ketiga, dan 200 gr/100 cc pada hari keempat.

 

4. Ibu menyusui dapat mengonsumsi apa saja, kecuali rokok, minuman keras, dan narkoba.

Ada sebagian orang berpendapat, ibu menyusui jangan makan sambal nanti bayinya mencret. Atau, jangan minum es nanti bayinya batuk. Pendapat ini tidak benar. Tak ada larangan makanan yang mutlak bagi ibu menyusui. Tapi, memang ada sebagian bayi yang tidak kuat terhadap makanan tertentu. Ini biasanya ditandai dengan mencret pada bayi. Untuk menghindarinya, ibu cukup tidak mengonsumsi makanan tersebut.

 

5. Agar produksi ASI optimal, ibu harus berpikir positif bahwa ia mampu memberikan ASI.

Produksi ASI sangat dipengaruhi kondisi psikis si ibu. Bila hati ibu tenang, bahagia, maka produksi ASI-nya bakal berlimpah. ASI diproduksi sesuai dengan permintaan. Bila bayi Anda butuh 100 cc maka ASI yang bakal diproduksi pun 100 cc. Jadi, jangan takut ASI-nya tidak mencukupi kebutuhan bayi. Kemungkinan hanya 1 dari 1.000 wanita yang tidak dapat menyusui. Oleh karena itu setiap ibu harus yakin dapat menyusui bayinya.

 

6. Kebutuhan cairan bagi ibu yang menyusui akan diatur oleh tubuh ibu itu sendiri.

Bila ibu butuh cairan, pasti akan timbul rasa haus. Kalau ada anggapan harus banyak minum dapat menghasilkan ASI yang banyak, itu hanyalah mitos.

 

7. ASI tak bakalan basi.

ASI selalu diproduksi oleh pabriknya di wilayah payudara. Bila gudang ASI telah kosong. ASI yang tidak dikeluarkan akan diserap kembali oleh tubuh ibu. Jadi, ASI dalam payudara tak pernah basi dan ibu tak perlu memerah dan membuang ASI-nya sebelum menyusui.

 

8. Wilayah aerola cukup dibersihkan dengan ASI.

Sebelum menyusui, jangan bersihkan aerola (daerah gelap sekitar puting) dengan air. Gunakan ASI, karena sudah mengandung antibodi.

 

9. ASI menjadikan anak lebih pandai.

Menurut penelitian pada tahun 1997, kepandaian anak yang minum ASI pada usia 9 1/2 tahun mencapai 12,9 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang minum susu formula.

 

10. Menyusui dapat dilakukan hingga anak berusia 2 tahun.

Menyusui dengan ASI sampai dengan usia anak mencapai 2 tahun masih mampu memenuhi 1/3 kebutuhan kalori, 1/3 kebutuhan protein, 45 persen kebutuhan akan vitamin A dan 90 persen

 

 

Kebutuhan akan vitamin C.

Begitu banyak manfaat ASI untuk sang buah hati, sepuluh keajaibannya antara lain:

1. ASI memperkuat sistem kekebalan tubuh. Komponen utama pembangun sistem kekebalan tubuh pada ASI adalah prebiotik

2. ASI menurunkan terjadinya resiko alergi

3. ASI menurunkan resiko terjadinya penyakit pada saluran cerna, seperti diare dan meningkatkan kekebalan pada sistem pencernaan

4. ASI menurunkan resiko gangguan pernafasan, seperti flu dan batuk

5. ASI kaya akan AA|DHA yang mendukung pertumbuhan kecerdasan anak

6. ASI mengandung prebiotik alami untuk mendukung pertumbuhan flora usus

7. ASI memiliki komposisi nutrisi yang tepat dan seimbang (dimana cuma ASI yang memilikinya)

8. Bayi-bayi yang diberikan ASI menjadi lebih kuat. Menyusui juga menurunkan terjadinya resiko obesitas saat ia tumbuh besar kelak.

9. Bayi-bayi yang menerima ASI memiliki resiko lebih rendah dari penyakit jantung dan darah tinggi di kemudian hari

10. Menurut hasil penelitian, menyusui telah terbukti dapat menurunkan resiko kanker payudara, kanker ovarium, dan osteoporosis.

 

Pompa bisa bikin ASI terkontaminasi

Pompa berbentuk squeeze and bulb yang terbuat dari karet dan berbentuk bola tidak disarankan untuk digunakan karena mempunyai beberapa kekurangan: (1) Kurang steril karena bulb-nya sulit dibersihkan. Dengan demikian, ASI yang dipompa pun akan lebih mudah tercemar. (2) Bulb yang terbuat dari karet akan menyulitkan pengukuran tekanan negatif yang diperlukan. (3) Bentuknya yang kaku dapat membuat payudara lecet. Malahan, cara menekan payudara yang tidak benar bisa merusak jaringannya, sehingga ASI tidak banyak keluar.

Pompa piston (dengan tuas piston yang dapat ditarik dan berbentuk seperti suntikan) ataupun pompa elektrik lebih disarankan. Namun, yang paling baik, karena murah dan higienis, adalah memerah dengan jari. Cara ini lebih praktis karena ibu tidak perlu membawa pompa ASI kemana-mana.

 

 

sumber: milis mpasirumahan

Tips memerah ASI

1. Memerah ASI jangan menunggu payudara terasa penuh dulu baru  memerah ASI. Perahlah ASI setiap 2 – 3 jam sekali, setiap si kecil tertidur, juga sebelum/setelah menyusui. Lakukan kebiasaan ini minimal pada 14 hari pertama menjalankan aktifitas memerah ASI. Kemudian setelahnya, tetap lanjutkan/pertahankan dengan memerah ASI setiap 3 Jam sekali dengan durasi 20 menit untuk setiap payudara. untuk menghemat waktu, bunda dapat menggunakan double pump.

Catatan: Memompa  ASI dengan menunggu payudara bengkak tidak jaminan ASI yang keluar lebih banyak  dibandingkan memompa secara teratur. Justru kebiasaan menimbun ASI di payudara secara PERLAHAN namun PASTI akan mengurangi jumlah produksi ASI itu sendiri. Sedangkan memompa secara teratur dapat memanipulasi bahwa ada demand/permintaan yang banyak terhadap ASI sehingga secara PERLAHAN TETAPI PASTI payudara akan memproduksi lebih banyak ASI.

2. Jangan menjadikan hasil perah sebagai patokan bahwa itu merupakan produksi ASI yang sesungguhnya karena sebenarnya rangsangan dari pompa tidak sebanding dengan HISAPAN BAYI secara langsung. Jika bayi yang menghisap, ASI PASTI KELUAR. Walaupun begitu, tetap syukuri berapapun hasil perah yang di dapat, kumpulkan hasilnya dan selalu optimis.

Catatan: Harus tetap dipahami bahwa ASI itu supply by demand. semakin banyak demand/permintaan/rangsangan terhadap payudara, maka semakin banyak supply/produksi ASI. payudara sendiri memerlukan adaptasi 7-14 hari (tahap awal) dalam penambahan demand/rangsangan ini. sehingga dalam tahap awal tersebut jangan melihat hasil perahnya karena tujuan di awal perah adalah menstimulasi dan menambah jumlah rangsangan/permintaan ke paydaraa kemudian hasilnya dapat dilihat setelah tahap awal pemerahan.

3. Setelah payudara diperah, Ibu dapat langsung menggunakan payudaranya untuk menyusui. hal ini akan mengoptimalkan payudara untuk mendapatkan rangsangan/demang yang lebih banyak. menyusui disaat payudara sedang tidak menimbun ASI juga memberi peluang lebih besar kepada bayi untuk  mendapatkan ASI hindmilk (kental) yang lebih banyak, karena ASI hindmilk akan diproduksi saat payudara sedang tidak ada timbunan ASI. ASI hindmilk ini kaya akan lemak essential yg sangat berguna untuk perkembangan otak dan menambah BB bayi.

Catatan: Walaupun payudara terasa kosong, ASI akan tetap diproduksi selama ada hisapan. Jadi Ibu tidak perlu takut menyusui dengan payudara yang lembek.

 

4. Bagi Ibu yang bekerja di luar rumah, Mulai perah ASI minimal 1 bulan sebelum  mulai masuk kerja.

Catatan: Selalu Ingat bahwa payudara TIDAK PERNAH KOSONG. Berapapun sering dan banyaknya kita memerah dan mengeluarkan ASI, kemudian si kecil langsung menyusu kepada paydara yang telah diperah sebelumnya, ASI akan TETAP KELUAR jika bayi yang menghisap.

 

5. WAJIB BERPIKIR POSITIF bahwa ASI akan keluar dengan banyak meskipun pada tahap awal (7-14 hari pertama) ASI yang keluar hanya sedikit. Pengalaman saya pribadi meskipun pada tahap awal hanya dapat 5 ml setiap kali perah, dengan optimis dan teknik diatas Alhamdulillah akhirnya bisa memompa ASI 200ml dalam 1x perah setiap 3 jam, selain itu saya juga menyusui langsung (saya FTM). sehinggasaya menggunaka 1 payudara untuk menyusui selama 3 jam. misalnya sekarang sedang menyusui dengan payudara kanan s(selama 3 jam), maka payudara yang kiri saya perah pada jam ke-3. setelah diperah, payudara yang kiri saya pergunakan untuk menyusui langsung (selama 3 jam), kemudian payudara kanan untuk diperah pada jam ke-3. begitu seterusnya  ^^

6. HINDARI penggunaan pompa dengan bola karet karena pompa tsb dapat menyakiti payudara sehingga dapat melemahkan kerja hormon OKSITOSIN. akibatnya, produksi ASI semakin menurun dan banyak pengalaman Ibu menyusui yg mengatakan produksi ASI  BERHENTI akibat pemakaian pompa tsb. Selain itu, pompa dg bola karet juga tidak higienis, berbahan non BPA-free. Jika Ibu ingin memerah dengan menggunakan pompa, pilihlah pompa yang recommended utk memerah ASI, yaitu dari corong langsung masuk ke dalam botol tanpa terkontaminasi udara dari luar. Juga lebih disarankan untuk menggunakan pompa yang mempunyai lapisan silicon di corongnya. Lapisan Silicon ini bisa memijat areola. Seperti yang diketahui, isapan bayi tidak cuma menghisap puting ibu, tetapi terlebih pada menghisap areola ibu untuk merangsang keluarnya ASI. Begitu pula fungsi lapisan silicon ini meniru gerakan lidah bayi menyusu pada ibu.

7. Untuk Ibu yang mempunyai jadwal perah setiap 3 jam sekali, durasi untuk 1x pemerahan/Pompa adalah minimal 15-20 menit. Namun  jika metode perah Ibu  lebih dari 3 jam sekali atau sampai payudara Ibu terasa penuh dengan timbunan ASI  maka waktu/durasi perahnya harus lebih lama atau jika bunda telah mendapatkan 3x LDR.

 

selamat mencobaaa……..

SALAM ASI.

by : Ummu Hasna-Haifa

MPASI awal

Bismillah….info ini ana dpt dr milis mpasirumahan sbg tambahan ilmu aja buat ibuk2 baru yg bingung buah dulu, sayur dulu atau serelia dulu, semoga bermanfaat ^^

 

1. Tahapan Pengenalan Makanan

Struktur Molekul dan Tekstur

1-6 Bulan : ASI Ekslusif

6-7 Bulan : Buah ( Karbohidrat. Sederhana, menurut Wied Harry yg paling baik dan lebih dulu adalah buah, karena buah mengandung karbohidrat sederhana dan menyerupai ASI sehingga mudah dicerna bayi., umumnya bayi awal MPASI masih belum mengunyah Intensif).

7-8 Bulan : Pati ( include GASOL,Umbi2an ) + Sayur rendah serat ( Karbohidrat lebih kompleks) + Polong2an mudah cerna ( TempeTahu ), Tekstur lembut.

8-9 Bulan : Idem dengan usia 7-8 Bulan + Protein mudah cerna ( Telur,Keju, Yoghurt), Tekstur Lembut+Saring ( kaya Bubur Saring ).

9-10 Bulan : Idem dengan usia 8-9 Bulan+ Sayuran lebih kaya serat+Protein lebih beragam termasuk polong2an ( kc.hijau,kc. tolo,kc.merah ) , Tekstur Tim dan Saring.

10-12 Bulan : Idem dengan usia 8-9 Bulan+ FingerFood bikinan sehat alami seperti fish stick or chicken nugget.

 

 

2. Makanan Bayi adalah makanan segar dan alami alias buatan sendiri karena :

a. Zat Nutrisi+Zat Non Nutrisi relatif utuh.

b. Tonik bagi organ dan sel

c. Makanan lebih mudah dicerna dan kaya enzim.

d. Menjaga Imunitas

e. Mengandung bukan hanya kalori ( sumber tenaga ) tetapi juga ENERGI ( sumber tenaga+daya ).

Sedangkan kalau menggunakan Makanan Kalengan/Kemasan/ Instant/Olahan banyak mengandung nutrisi sintetis yang dapat memperberat fungsi organ cerna dan tidak efektif diserap tubuh.

 

 

3. NO SALT and NO SUGAR ( Tanpa GARAM dan GULA ).

Karena akan lebih memperberat fungsi organ bayi seperti Pankreas dan Ginjal ( ga mau kan masih kecil dah kena penyakit aneh-aneh??? ).

Pengganti Garam dan Gula bisa didapat dari makanan alami, terpenuhi dari makanan. Misalnya agar sedikit gurih dapat dipenuhi dengan makanan bergaram alami seperti keju begitu juga gula dapat terpenuhi dari makanan yang mempunyai rasa manis. Biarkan bayi merasakan citarasa alami dari makanan tanpa tambahan garam ataupun gula.

 

 

4. TERIGU INTENSIF

Maksudnya jangan terlalu sering menggunakan produk gandum untuk membuat makanan bayi karena produk gandum mengandung PROTEIN KHUSUS : GLUTEN yang sulit dicerna yakni membutuhkan 3X Siklus Metabolisme atau 3 hari 3 Malam. Boleh diberikan tapi tidak setiap hari dan terlalu sering.

Produk Gandum yaitu :

1. Biskuit

2. Roti

3. Mie ( bisa diganti dgn mie wortel,mie jagung,dsbnya. )

4. Pasta

5. .Makaroni

 

Untuk Oat atau Havermut, boleh diberikan karena gluten yang dikandungnya sedikit sekali, tapi sebaiknya jangan terlalu sering.

Untuk mengganti produk gandum yang juga mengandung karbohidrat, dapat diberikan Kentang dan Umbi2an yang mengandung Karbohidrat selain Nasi dan lebih alami.

 

 

5. BABY BISKUIT INSTANT # Makanan Bayi

Maksudnya jangan dijadikan sebagai makanan bayi karena :

1. Isinya hanya kalori ( Karbo+(pati+ gula) + Lemak ).

2. Hanya berisi FOOD ADDITIVES SINTETIS yakni Baking Powder/ Baking Soda supaya renyah.

3. Hanya berisi nutrisi sintetis.

4. Banyak mengandung GULA yang dapat menurunkan imunitas.

Penggantinya dapat diberikan Buah Potong/Buah Lumat atau Biskuit Havermut ( bikin sendiri )+Pisang..

 

 

6. CATATAN TAMBAHAN

1. Jangan terlalu sering menggunakan Butter dan Keju karena banyak mengandunh lemak, sebaiknya gunakan Olive Oil Ekstra Virgin yang banyak mengandung OMEGA3 yang baik untuk perkembangan otak.

2. Pir dan Apel, jika anak sudah bisa mengunyah dan menelan dengan baik sebaiknya diberikan langsung tanpa dikukus terlebih dahulu, agar mendapatkan AntiOksidannya, krn kalo dikukus Antioksidannya hilang hanya dapat seratnya saja.

3. Nasi Tim sebaiknya dimasak terpisah dengan Sayurnya,ketika akan diberikan baru dijadikan sayurnya.

4. Jika memasak nasi tim untuk seharian sebaiknya disimpan di dalam kulkas atau ditaro dalam suhu ruang ( dgn catatan tidak basi ), soalnya kalo ditaro di magic jar atau penghangat lainnya dapat mengakibatkan nutrisinya hilang karena terkena pemanasan terus-menerus.

5. Sebaiknya gunakan sayur dan buah organik.

6. Bahan makanan mangandung YODIUM yakni terdapat pada IKAN, TANAMAN TUMBUH DI DATARAN RENDAH, SAYURAN HIJAU dan RUMPUT LAUT sebagai PENGGANTI GARAM.

7. Agar makanan lebih gurih dapat dibuatkan bawang merah+bawang putih, digoreng kemudian dilumatkan.

8. Margarine menurut Pak Wied tu ternyata mengandung lemak trans yang jahat karena margarine bentuk asalnya adalah minyak goreng yang dipadatkan menjadi margarine, nak ketika margarine dipanaskan akan berubah bentuk lagi menjadi minyak goreng lagi, sehingga menghasilkan lemak jahat yang bertumpuk. Sedangkan yang paling baik adalah Mentega atau Butter , karena merupakan olahan dari susu sapi yang tidak mengandung Lemak Trans. Jadi Kesimpulannya adalah Mentega Margarine

 

Note : Trus , kalo masalah rasa manis atau asin, kita akali dengan kasih parutan keju mom (anaknya udah 9 bulanan kan) kalo manisnya dari jagung manis kupas diblender ntar dicampur ma buburnya… atau ubi cilembu buat cemilannya..